« March 2007 | Main | May 2007 »

April 14, 2007

ambon-makassar-jayapura

awal maret lalu aku berkesempatan mengunjungi tanah papua untuk pertama kalinya. sebuah keinginan terpendam yg sudah lama tidak terwujud. sejak aku tinggal di ambon hampir 3 tahun lalu, mengunjungi seluruh wilayah sulampua (sulawesi, maluku dan papua) merupakan hal yang paling kuinginkan. kapan lagi. soalnya kalau sudah kembali ke barat, wah, susah membayangkan pergi lagi ke timur. wilayah maluku yg wilayah kerjaku rasanya sudah hampir tuntas kukunjungi. pulau ambon, pulau seram, kepulauan aru, kepulauan kei (maluku tenggara), pulau yamdena (maluku tenggara barat/saumlaki), sanana dan ternate sudah dijelajahi ... artinya ujung utara sampai ujung selatan indonesia yang merupakan wilayah propinsi maluku utara dan maluku telah kukunjungi. sulawesi selatan (makassar) dan sulawesi utara (manado) juga sudah dikunjungi mewakili pulau sulawesi (masih pengen ke palu dan kendari nih yg belum sempat dilihat). tapi papua .... susah bener ...

akhirnya, kesempatan itu tiba juga ... papua, atau ke jayapura tepatnya. kalau melihat peta, maluku dan papua sebenarnya berbatasan langsung. sayangnya, untuk ke papua aku harus ke makassar dulu. jadilah aku ke makassar naik mandala dari ambon yang membutuhkan waktu 1 jam 20 menit. di makassar aku menginap di rumah gustaf. dia adalah temanku masa smp dulu yang -astaga- baru ketemu lagi waktu di ambon. rupanya dia juga ditugaskan di ambon, 1 tahun lbh dulu drpd aku dan saat ini dia sudah pindah tugas ke makassar.

sesuai kesepakatan, dia menjemputku di bandara makassar dgn membawa seorang makhluk mungil yang sangat lucu. alif namanya. sesosok bayi yg baru berumur 2 bulan dan merupakan anak pertama dari gustaf dan nizar. dari bandara, kami menyempatkan dulu utk mampir ke bantimurung. sebuah objek wisata yg sangat terkenal di makassar. bantimurung ini merupakan pegunungan kapur (kaarst) yang masih alami. objek utamanya adalah air terjun yg sangat indah, gua-gua kapur dan taman kupu2. konon, dahulu kala di wilayah ini kupu2 beterbangan bagaikan kabut yg menyelimuti pegunungan. sayangnya, saat ini kupu2 sudah jarang terlihat. menurut penduduk setempat, kupu2 banyak terlihat antara bulan mei-september yg merupakan musim kupu2. hmm ... akhirnya aku hanya dpt melihat kupu2 yg sudah diawetkan saja yg byk dijual disana.

pulang dari bantimurung, kami mampir ke mall panakukang. mall terbesar di makassar. kebetulan disana sedang ada pertunjukan rodeo. naik banteng mekanik. barang siapa yg bisa bertahan 1 menit tanpa terbanting, maka akan mendapat Rp500rb. jadilah aku dan gustaf mencoba peruntungan. ternyata naik rodeo tidak semudah yg dibayangkan. baru 35 detik aku sudah terbanting jatuh dgn kaki gemetar dan tangan lecet meski sudah pakai sarung tangan. tapi 35 detik ini ternyata masih jauh lbh baik dr peserta lain yg rata2 tidak mencapai 30 detik. hmmm ... sebuah pengalaman yg cukup menyenangkan meski kakiku masih terus gemetaran sampai keesokan harinya. 35 detik yg menguras tenaga ... pyuuhhh ...

akhirnya tiba lah waktu berangkat ke papua. satu2nya pilihan utk berangkat di pagi hari adalah naik merpati, karena pesawat lain seperti garuda berangkat malam. ternyata, papua memang jauuuhhhh ... setelah 3 jam perjalanan, aku baru mendarat di timika, ibukota kabupaten mimika. masih membutuhkan waktu 1 jam lagi ke jayapura. pegel booo ....

akhirnya tiba juga di jayapura ... papua .. i'm coming hehehe ... ada satu hal unik di papua, jika ditempat lain biasanya ada tulisan dilarang merokok. maka disini yg dominan adalah tulisan dilarang menginang. yup. menginang (seperti menyirih) merupakan budaya orang papua. seperti rokok, selalu lengket di mulut mereka. bedanya, orang nginang sering harus meludah. dan ludahnya itu lho ... yg bikin warna merah dimana-mana ... weleh2 ....

rupanya bandara jayapura terletak di kecamatan sentani, kabupaten jayapura. cukup jauh dr kota jayapura. jadilah perjalanan darat menjadi awal petualangan di papua. disinilah keelokan papua mulai terlihat. meski tidak terlihat adanya pohon2 besar seperti di timika (yg merupakan bekas rimba), jayapura memiliki keindahan tersendiri. bukit2 yg merupakan bagian dr pegunungan kaarst (kapur) menghiasi pemandangan. dan ... keindahan danau sentani yg tiba2 muncul benar2 eksotis. sungguh tak terlupakan makan siang di atas danau sentani yg berombak. selanjutnya, perjalanan melintasi teluk youtefa pun benar2 menggugah selera.

ini lah jayapura, sekilas sempat juga melalui universitas cendrawasih yg terletak di kecamatan abepura. tempat yg pernah bergolak bbrp waktu sebelumnya sebelum akhirnya kami melihat teluk cendrawasih di kejauhan. tempat kota jayapura berada. di luar perkiraan. jayapura sungguh merupakan wilayah yg ramai. lebih besar dr ambon. ckckck... cukup asyik juga rasanya berada di sini kalau tidak membayangkan lokasinya yg jauh dr mana2 dan terutama jauh dr kampung halaman hehehe ....

setelah puas melihat jayapura, besoknya aku menyempatkan diri ke perbatasan PNG yg bisa ditempuh dalam jarak 1 jam dgn jalan yg sangat mulus. perbatasan yg berada di pegunungan dan hutan ini tidak di jaga secara ketat sehingga penduduk setempat masih bisa melakukan lintas batas utk berbelanja dgn bebas. sungguh suatu pengalaman yg unik.

sayangnya, meskipun sdh cukup ramai, pembangunan papua masih relatif lambat. padahal, dana otsus  papua yg sangat besar dari pemerintah pusat selalu tersedia puluhan trilyun rupiah setiap tahunnya. jadi, seandainya duit itu digunakan utk menggaji seluruh rakyat papua tanpa kerja pun masih tersisa banyak. soalnya rakyat papua kan tidak banyak. tapi .. entah kenapa dana sebesar itu bagaikan raib begitu saja. infrastruktur pun tidak banyak terbangun. konon menurut teman2, jika kita bicara sektor ekonomi seperti pertanian, perdagangan dll ... dimana biasanya ada 9 sektor ekonomi, maka di papua ada 10 ... yg satunya adalah korupsi ... ups ... ngga tau juga deh ... klo melihat besarnya dana yg dibagikan ke papua, mungkin saja hal ini benar ... karena konon perusahaan seperti freeport pun secara rutin setor miliaran rupiah ke pemda, LSM dan desa2 adat setiap bulannya. pada kemana ya larinya dana sebesar itu? karena infrastruktur tidak banyak berkembang dan -katanya- banyak warga papua yg tidak merasa kebagian dana tsb